hai kamu...iya kamu. kamu yang selalu bisa memporak porandakan hati dan pikiran ini.
kamu yang selalu seperti tertawa mendapatkan kemenangan saat bisa menyudutkan kembali diriku ke dalam gelapnya ruang rindu.
ya, rindu. rindu kamu!
dan kembali aku bertepuk tangan atas kemenanganmu kembali.
entah permainan Tuhan apalagi. aku benar-benar tak habis pikir.
dengan tiba-tiba kamu muncul di hadapanku. walaupun hanya sebatas potretmu dalam lembaran digital.
kamu tahu? hanya dengan beberapa potretmu itu berhasil menenggelamkanku kembali.
aku selalu benci. benci dengan sisi diriku yang satu ini.
sisi yang selalu luluh lantah jika berkaitan dengan segala hal tentangmu.
benci dengan kebodohanku yang ternyata (mungkin) masih mengharapmu kembali.
benci dengan tak keberdayaanku untuk melupakanmu.
aku sadar, kamu tak bermaksud menyakitiku.
kamu tak ingin membuatku lemah.
karena semua itu diriku yang membangunnya.
membangun anganku tentangmu.
membangun harapku akan dirimu.
membangun rasa di hatiku ini untukmu.
ya, aku yang bodoh.
aku yang buta.
aku yang hanya hidup dalam imajinasi.
aku yang membangun mimpi ini.
mimpi yang tak akan bisa menjadi seutuhnya.